Pengalaman Baru: Mengaduk Rendang

    Sumber: https://share.google/MeXHiGsdlYvWMpCmZ
(Sebagai ilustrasi)

Ramadan tahun ini membawa pengalaman yang berbeda dari biasanya. Kalau sebelumnya aku hanya membantu mama belanja bahan-bahan di pasar dan menyiapkannya di dapur, kali ini aku benar-benar terjun langsung ke prosesnya. Jumat siang itu, mama mengajakku untuk ikut mengaduk rendang yang sedang dimasak. Tanpa pikir panjang, aku langsung menyanggupinya, tidak tahu sama sekali apa yang menungguku.

Ternyata, mengaduk rendang itu bukan perkara mudah. Berjam-jam aku berdiri di depan wajan besar, tangan terus bergerak memutar dan membalik adonan rendang yang perlahan berubah warna. Panas dari kompor terasa menyengat, aroma rempah-rempah memenuhi seluruh ruangan, dan lenganku mulai terasa pegal di tengah-tengah proses. Tapi berhenti di sini bukan pilihan, karena rendang yang ditinggal sebentar saja bisa gosong dan hancur.

Di tengah rasa lelah itu, aku justru menemukan sesuatu yang tidak pernah aku sadari sebelumnya. Selama ini aku pikir tugas mama di dapur hanya soal memasak, tapi ternyata ada kesabaran luar biasa yang dibutuhkan di setiap prosesnya. Berjam-jam mengaduk dengan konsentrasi penuh di tengah kondisi sedang berpuasa, itu bukan hal yang bisa dianggap sepele.

Ketika rendang itu akhirnya matang dan disajikan untuk buka puasa, rasanya ada kebanggaan tersendiri yang muncul. Bukan hanya karena berhasil membantu, tapi karena aku akhirnya benar-benar mengerti betapa besar usaha yang selama ini mama lakukan diam-diam di dapur. Pengalaman pertama mengaduk rendang di bulan Ramadan ini mengajarkanku arti kerja keras yang sesungguhnya, dan aku rasa itu adalah pelajaran paling berharga yang aku dapat tahun ini.

Komentar

Postingan Populer